BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Yoga merupakan suatu teknik spiritual yang lebih tua dari
agama apapun juga di dunia, termasuk
agama hindu, agama tertua dalam catatan sejarah manusia. Yoga sudah dikenal
oleh masyarakat India jauh sebelum datangnya bangsa Arya. Yoga berasal dari
suku kata “Yuj”, dalam bahasa sansekerta berarti “menghubungkan” atau
“mempersatukan”. Dalam Yoga doa-doa
disebut Mantra Yoga dan
gerakan-gerakan Hatha Yoga. Yoga menyelaraskan tubuh fisik, pikiran dan jiwa. Pada tubuh fisik, yoga memberi efek
kesehatan, keseimbangan, kekuatan dan vitalitas. Pada pikiran, yoga
meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat intelektual,
menyeimbangkan emosi sehingga membuat hidup lebih ceria dan bahagia. Pada jiwa,
juga membawa kesadaran, kebebasan dan pencerahan. Yoga sebagai salah satu jalan yang bersifat
universal adalah salah satu jalan rohani dengan tahapan-tahapan yang
disesuaikan dengan kemapuan spiritual seseorang. Yoga merupakan suatu usaha
sistematis untuk mengendalikan pikiran dan mencapai kesempurnaan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1
Apa Pengertian Yoga dan Yoga Asanas
1.2.2
Apa saja Jenis – Jenis Yoga
1.2.3
Apa saja Gerakan Yoga Asanas
1.3 TUJUAN PENULISAN
1.3.1
Untuk mengetahui Pengertian Yoga dan Yoga Asanas
1.3.2
Untuk mengetahui Jenis - Jenis Yoga
1.3.3
Untuk mengetahui Gerakan - Gerakan Yoga Asanas
1.4 MANFAAT PENULISAN
Manfaat
penulisan makalah ini adalah agar kita lebih memahami macam-macam yoga dan
manfaat yoga dalam kehidupan sehari-hari serta
pembaca lebih mengenal dan memahami serta mempelajari ajaran-ajaran
yoga.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN YOGA
Ø
Ajaran Yoga dibangun
oleh Maharsi Patanjali dan merupakan ajaran yang sangat populer dikalangan umat Hindu. Ajaran yoga
merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari
kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh
individu (atman/purusa) dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu
penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi
Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan mengandung 194
sutra diantaranya : Samadhipada, Sadhanapada, Vibhutipada dan Kailvalyapada. Yoga merupakan salah satu dari
enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitik beratkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana
seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Yoga menyelaraskan tubuh fisik, pikiran dan jiwa.
Ø Yoga dalam arti luas adalah suatu disiplin khusus yang diciptakan untuk
membantu manusia mengharmonisasi vibrasi diri nya dengan vibrasi yang Tunggal.
Jadi sebenarnya pengertian Yoga tidak terbatas pada suatu metode yang berasal
dari tradisi India kuno yang kebanyakan orang mengartikannya seperti itu. Yoga
itu dikenal oleh berbagai suku bangsa. Hanya saja metodenya sedikit berbeda.
Seperti orang-orang israel melakukan praktek yoga dengan berdoa kepada sang Tunggal
sedangkan orang-orang shaman melakukannya dengan menari-nari dan bernyanyi.
Tujuan mereka melakukan itu semuanya sama, yaitu mendekatkan diri mereka dengan
Sang Tunggal sampai akhirnya jiwa mereka bisa melebur ke dalam jiwa sang
tunggal. Hanya saja di dalam dunia ini manusia selalu saja mempermasalahkan
masalah metode tersebut.
Ø
Yoga juga
digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan
dengan latihan pernapasan, olah tubuh, yang telah dikenal dan dipraktekkan
selama lebih dari 5000 tahun. Orang yang melakukan tapa yoga disebut yogi,
yogin bagi praktisi pria dan yogini bagi praktisi wanita. Sastra Hindu yang memuat ajaran Yoga, diantaranya
adalah Upaishad, Bhagavad Gita, Yogasutra, Hatta Yoga serta beberapa sastra
lainnya. Klasifikasi ajaran Yoga tertuang dalam Bhagavad Gita, diantaranya
adalah Karma Yoga/Marga, Jnana Yoga/Marga, Bakti Yoga/Marga, Raja Yoga/Marga. Bila kita mengenal Karate atau Kungfu sebagai suatu tehnik untuk membela
diri, maka Yoga merupakan suatu tehnik untuk mengenal diri. “Siapa yang mengenal dirinya, maka dia
mengenal Tuhannya”. Perlu ditegaskan lagi, bahwa Yoga adalah suatu sadhana
(latihan yang bersifat spiritual). Yoga bukan sekedar senam atau latihan
kanuragan. Ini perlu dijelaskan karena bagi masyarakat Indonesia, yoga
seringkali disalahartikan sebagai “akrobat”, dan lain sebagainya. Berlatih Yoga juga memerlukan disiplin yang keras.
Untuk mengatasi masalah ini, Yoga memberikan delapan tahapan berjenjang
untuk mendisiplinkan tubuh dan pikiran. Delapan tangga
tersebut disebut Astangga Yoga,
yaitu : (1) Yama, (2) Niyama, (3) Asana, (4) Pranayama,
(5) Prathyahara, (6) Dharana, (7) Dhyana, dan (8) Samadhi.
Ø Secara
etimologi, kata Yoga
berasal dari yud, yang artinya menggabungkan atau hubungan, yakni hubungan yang
harmonis dengan objek yoga. Dalam patanjali Yogasutra, yang dikutip oleh Tim
Fia (2006:6), menguraikan bahwa; “yogas citta vrtti nirodhah”, artinya,
mengendalikan gerak gerik
pikiran, atau cara untuk mengendalikan tingkah laku pikiran yang
cenderung liar,bias, dan lekat terpesona oleh aneka ragam objek (yang
dikhayalkan) memberi nikmat.Objek keinginan yang dipikirkan memberi rasa nikmat
itu lebih sering kita pandang ada di luar
diri. Maka kita selalu mencari. Bagi sang yogi inilah pangkal kemalangan
manusia.
Ø
Selanjutnya Peter Rendel (1979:
14), menguraikan bahwa: “kata yoga dalam kenyataan berarti
kesatuan yang kemudian dalam, bahasa inggris disebut “Yoke”. Kata “Yogum” dalam bahasa latinya berasal dari kata yoga yang disebut
dengan “Chongual”. “Chongual berarti mengendalikan pangkal penyebeb kemalangan
manusia yang dapat memengaruhi “pikiran dan badan, atau rohani dan jasmani”.
Kata Yoga diturunkan dari kata yuj (sansekerta), yoke (inggris) yang berarti
‘penyatuan’ . Yoga berarti penyatuan kesadaran manusia dengan sesuatu yang
luhur, trasenden, lebih kekal, dan ilahi.
Ø
Menurut Panini, Yoga
diturunkan dari akar sansekerta yuj yang memiliki tiga arti yang berbeda, yakni
: penyerapan, Samadhi (yujyate) menghubungkan (yunakti), dan pengendalian
(yojyanti). Namun makna kunci yang biasa dipakai adalah ‘meditasi’ (dhayana)
dan penyatuan (yukti) Ali Matius (2010:2).
Ø
Yoga merupakan jalan utama dari
berbagai jalan untuk kesehatan pikiran dan badan
agar selalu dalam keadaan seimbang. Keseimbangan kondisi
rohani dan jasmani mengakibatkan kita tidak
mudah diserang penyakit. Yoga adalah suatu sistem yang mengolah
rohani dan jasmani guna mencapai ketenangan batin
dan kesehatan fisik dengan melakukan laihan -
latihan secara berkesinambungan. Fisik atau jasmani dan mental atau rohani yang kita miliki sangat
penting dipelihara dan dibina. Yoga dapat diikuti oleh siapa saja untuk mewujudkan kesegaran
rohani dan kebugaran jasmani. Dengan Yoga “Jiwan
mukti” dapat diwujudkan. Untuk menyatukan badan dengan alam, dan
menyatukan pikiran, yang disebut juga Jiwa
dengan Roh yang disebut Tuhan Yang Maha Esa. Bersatunya Roh dengan sumbernya (Tuhan) disebut dengan “Moksha”.
Ø
Dalam pelaksanaan yoga yang perlu
diperhatikan adalah gerak pikiran. Pikiran memiliki sifat gerak yang liar dan paling sulit
untuk dikendalikan. Agar terfokus dalam melaksanakan
yoga, ada baiknya dipastikan bahwa pikiran dalam keadaan baik dan tenang. Secara umum yoga dikatakan sebagai disiplin ilmu yang digunakan oleh manusia untuk membantu dirinya mendekatkan
diri kepada Sang Hyang Widhi
Wasa. Kata yoga berasal dari bahasa sansekerta yaitu “yuj” yang memiliki arti menghubungkan atau menyatukan, yang dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan
sebagai meditasi atau mengheningkan cipta/pikiran, sehingga dapat dimaknai bahwa yoga itu adalah menghubungkan atau
penyatuan spirit individu (jivātman)
dengan spirit universal (paramātman) melalui keheningan pikiran.
Ø
Ada beberapa pengertian tentang
yoga yang dimuat dalam buku Yogasutra, antara
lain sebagai berikut.
1. Yoga adalah ilmu yang mengajarkan tentang
pengendalian pikiran dan badan
untuk mencapai tujuan akhir yang disebut dengan
samadhi.
2. Yoga adalah pengendalian gelombang – gelombang
pikiran untuk dapat
berhubungan dengan Sang Hyang Widhi Wasa.
3. Yoga diartikan sebagai proses penyatuan diri
dengan Sang Hyang Widhi Wasa
secara terus-menerus (Yogascittavrttinirodhah).
Pengertian Yoga Asanas
Ø
Yoga Asana adalah gerakan Yoga yang
berhubungan dengan posisi tubuh. Perpaduan antara gerakan kelenturan, gerakan
memutar dan keseimbangan tersebut membantu kita untuk membedakannya dengan
jenis praktik Yoga yang lainnya. Yoga Asana mengutamakan postur tubuh, terpusat
pada pernafasan (breathing) dan
konsentrasi (mind). Yoga
menyelaraskan tubuh fisik, pikiran, dan jiwa. Pada tubuh fisik Yoga memberi
efek kesehatan, keseimbagan, kekuatan, vitalitas. Pada pikiran, Yoga
meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat intelektual,
menyeimbangkan emosi sehingga membuat hidup lebih kaya dan bahagia. Pada jiwa,
Yoga membawa kesadaran, kebebasan, dan pencerahan.
2.2 JENIS – JENIS YOGA
Secara
garis besar Yoga ada 4 jenis, yaitu :
Ø
Karma Yoga
Ø
Bhakti Yoga
Ø
Jnana Yoga
Ø
Raja Yoga
1.
Bhakti Yoga
Bakti
Yoga, yoga yang dilakukan dengan berbakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan
perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa
memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bakti
Yoga (Bakta) bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua
mahluk ciptaan-NYA. Mencintai ciptaan-NYA merupakan manifestasi dari mencintai
Sang Pencipta. Cinta seorang Bakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan
agama. Tidak membenci yang miskin - yang kaya, yang indah – yang buruk, yang
pintar – yang bodoh, yang beriman - yang kafir. Semuanya dicintai, bahkan
binatang, tumbuhan, dan batu-batuan pun tidak luput dari kecintaan seorang
praktisi Bakti.
2.
Karma Yoga
Karma
Yoga, yoga yang dilakukan melalui kehidupan tanpa pamrih. Ciri kehidupan ini
adalah adanya aktivitas atau kerja. Para praktisinya tidak pernah mengeluh
menghadapi persoalan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma, maka
harus diterima dan dihadapi. Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep
hidup pasip, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktip dalam
menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan
menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan.
Bila anda praktisi Karma Yoga, maka persoalan apapun
yang terjadi harus anda terima, tidak melarikan diri. Melarikan diri bukan
solusi, tapi justru menimbun persoalan dan membuat persoalan baru. Persoalan
tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk
menyelesaikannya, mau – tidak mau, suka-terpaksa, semua harus dihadapi. Entah
kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress,
bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai
kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi
dan menyelesaikannya.
3.
Jnana Yoga
Jnana Yoga, yoga yang dilakukan dengan jalan
pengetahuan. Praktisi yoga ini adalah para intelektual, dengan cara mengkikis
kebodohan manusia. Dengan terkikisnya kebodohan, maka manusia semakin pandai.
Semakin pandai manusia, terhapuslah kemiskinan, ketidak-adilan, dan
kesewenangan. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan
manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia
akan tahu hakekat Tuhannya. Itulah tugas para praktisi Jnana Yoga.
4.
Raja Yoga
Raja Yoga, yoga yang dilakukan dengan cara
mempraktekkan secara langsung tata cara pengedalian pikiran dan kesadaran
indra-indra manusia. Raja Yoga memuat berbagai disiplin fisik dan pikiran,
semua dilakukan dalam rangka menuju kepenyatuan seorang hamba dengan Tuhan. Hasil
dari semua itu disebut Pencerahan. Perkembangan kemudian, hanya Raja Yoga lah
yang dikenal sebagai Yoga. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa,
Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah. Sebagaimana praktek
Sholat, tidak pernah memisahkan antara “bacaan” (doa-doa) dengan
“gerakan-gerakannya”, semuanya sakral. Seorang praktisi Yoga yang sempurna,
juga melakukan praktek Bakti, Karma, dan Jnana.
2.3 JENIS
GERAKAN GERAKAN YOGA
1. Padmāsana,
Ø
Langkah-langkah: Kedua
kaki diluruskan ke depan lalu tempatkan kaki kanan di atas paha kiri, kemudian
kaki kiri di atas paha kanan. Kedua tangan boleh ditempatkan di lutut.
Ø
Manfaat
: Dapat menopang tubuh dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan karena
tubuh mulai dapat dikendalikan oleh pikiran.
2. Siddhāsana,
Ø
Langkah-langkah: Letakkan
salah satu tumit di pantat, dan tumit yang lain di pangkal kemaluan. Kedua kaki
diletakkan begitu rupa sehingga kedua ugel-ugel mengenai satu dengan yang lain.
Ø
Manfaat:
Memberikan efek ketenangan pada seluruh jaringan saraf dan mengendalikan fungsi
seksual.

3. Swastikāsana,
Ø Langkah-langkah: Kedua kaki lurus ke depan kemudian
lipat kaki dan taruh dekat otot paha kanan, bengkokkan kaki kanan dan dorong
telapak kaki dalam ruang antara paha dengan otot betis.
Ø Manfaat :
Menghilangkan reumatik, menghilangkan penyakit empedu dan lendir dalam keadaan
sehat, membersihkan dan menguatkan urat-urat kaki dan paha.

4. Sarvangāsana,
Ø
Langkah-langkah:
Berbaring dengan punggung di atas selimut, angkat kedua kaki perlahan kemudian
angkat tubuh bagian atas, pinggang, paha, dan kaki lurus ke atas. Punggung
ditunjang oleh kedua tangan.
Ø
Manfaat
: Memelihara kelenjar thyroid

5. Halāsana,
Ø
Langkah-langkah: Posisi
tubuh rebah dengan telapak tangan telungkup di samping badan. Kedua kaki rapat
lalu diangkat ke atas dengan posisi lurus. Tubuh jangan bengkok. Kaki dan tubuh
buat siku lebar. Turunkan kedua kaki melalui muka sampai jari kaki mengenai
lantai. Paha dan kaki membentuk garis lurus.
Ø
Manfaat
: Menguatkan urat dan otot tulang belakang dan susunan urat-urat di sisi kanan
kiri tulang punggung.

6. Matsyāsana
Ø
Langkah-langkah: Rebahkan
diri di atas punggung, dengan kepala diletakkan pada kedua tangan yang
disalipkan.
Ø
Manfaat
: Membasmi bermacam penyakit seperti asma, paru-paru, bronchitis.

7.
Paschimottanāsana.
Ø Langkah-langkah: Duduk di lantai dengan kaki
menjulur lurus, pegang jari kaki dengan tangan, tubuh dibengkokkan ke depan.
Ø
Manfaat
: Membuat nafas berjalan di brahma nadi (sungsum) dan menyalakan api pencernaan,
dan untuk mengurangi lemak di perut.

8. Mayurāsana (Burung Merak)
Ø Langkah-langkah: Berlutut di atas lantai, jongkok di
atas jari kaki, angkat tumit ke atas dengan kedua tangan berdekatan, dengan
telapak tangan di atas lantai, ibu jari kedua tangan harus mengenai lantai dan
harus berhadapan dengan kaki.
Ø Manfaat: Menguatkan pencernaan, membetulkan
salah pencernaan dan salah perut seperti kembung, juga murung hati dan limpa
yang bekerja lemah akan baik kembali.

9. Ardha Matsyendrāsana
Ø Langkah-langkah: Letakkan tumit kiri di dekat
lubang pantat dan di bawah kemaluan mengenai tempat di antara lubang pantat dan
kemaluan. Belokkan lutut kanan dan letakkan ugel-ugel kanan di pangkal paha
kiri, dan kaki kanan diletakkan di atas lantai berdekatan dengan sambungan
kiri, letakkan ketiak kiri di atas lutut kanan kemudian dorong sedikit ke
belakang sehingga mengenai bagian belakang dari ketiak. Pegang lutut kiri
dengan telapak tangan kiri perlahan punggung belokkan ke sisi dan putar sedapat
mungkin ke kanan, belokkan jidat ke kanan sehingga segaris dengan pundak kanan,
ayunkan tangan kanan ke belakang pegang paha kiri dengan tangan kanan, tulang
punggung lurus.
Ø Manfaat: Memperbaiki
alat-alat pencernaan, menambah nafsu makan. Kundalini akan dibangunkan juga dan
membuat candranadi mengalir tetap.

10. Salabhāsana,
Ø
Langkah-langkahnya: Rebahkan
diri dengan telungkup, kedua tangan di sisi badan terlentang. Tangan diletakkan
di bawah perut, hirup nafas seenaknya kemudian keluarkan perlahan. Keraskan
seluruh badan dan angkat kaki ke atas + 40 cm, dengan lurus sehingga paha dan
perut bawah dapat terangkat juga.
Ø
Manfaat
: Menguatkan otot perut, paha, dan kaki, menyembuhkan penyakit perut dan usus
juga penyakit limpa dan penyakit bungkuk dapat dikurangi.

11. Bhuyanggāsana,
Ø
Langkah-langkah: Merebahkan
diri dengan telungkup, lemaskan otot, dan tenangkan hati, letakkan telapak
tangan di lantai di bawah bahu dan siku, tubuh dan pusar sampai jari-jari kaki
tetap di lantai. Angkat kepala dan tubuh ke atas perlahan seperti kobra ke
atas, bengkokkan tulang punggung ke atas.
Ø
Manfaat
: Istimewa untuk wanita, dapat memberi banyak faedah, rahim dan kantung kemih
akan dikuatkan, menyembuhkan amenorhoea (datang bulan tidak cocok),
dysmenorhoea (merasa sakit pada waktu datang bulan, leucorrhoea (sakit
keputihan), dan macam penyakit lain di kantung kemih, indung telur dan
peranakan.
12. Dhanurāsana
Ø Langkah-langkah
: Rebahkan diri dengan dada dan muka di bawah, kedua tangan diletakkan di sisi,
kedua kaki ditekuk ke belakang, naikkan tangan ke belakang dan pegang
ugel-ugel, angkat dada dan kepala ke atas, lebarkan dada, tangan dan kaki kaku
dan luruskan, tahan nafas dan keluarkan nafas perlahan.
Ø Manfaat :
Menghilangkan sakit bungkuk, reumatik di kaki, lutut, dan tangan. Mengurangi
kegemukan, dan melancarkan peredaran darah.

13. Gomukhāsana
Ø Langkah-langkah:
Tumit kaki kiri diletakan di bawah pantat kiri, kaki kanan diletakkan
sedemikian rupa, sehingga lutut kanan berada di atas lutut kiri dan telapak
kaki kanan ada di sebelah paha kiri berdekatan.
Ø Manfaat :
Menghilangkan reumatik di kaki, ambeen, sakit kaki dan paha, menghilangkan
susah BAB (Buang Air Besar).

14.
Trikonāsana.
Ø Langkah-langkah
: Berdiri tegak, kedua kaki terpisah, + 65 – 70 cm, kemudian luruskan tangan
dengan lebar, segaris dengan pundak, tangan sejajar dengan lantai.
Ø Manfaat: Menguatkan urat urat tulang punggung dan
alat-alat di perut, menguatkan gerak usus dan menambah nafsu makan.

15.Baddha Padmāsana.
Ø Langkah-langkah:
Duduk dengan sikap padmasana, tumit mengenai perut, tangan kanan ke belakang
memegang ibu jari kanan, begitu juga tangan kiri. Tekan janggut ke dada, lihat
pada ujung hidung dan bernafas pelanpelan.
Ø Manfaat:
Asana ini bukan untuk bermeditasi tetapi untuk memperkuat kesehatan dan
menguatkan badan. Dapat menyembuhkan lever, uluhati, usus.

16. Padahasthāsana.
Ø Langkah-langkah:
Berdiri tegak, tangan digantung di sebelah badan, kedua tumit harus rapat tapi
jari harus terpisah, angkat tangan kedua-duanya ke atas kepala. Perlahan
bengkokkan badan ke bawah, jangan bengkokkan siku lalu pegang jari kaki dengan
ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
Ø Manfaat :
Menghilangkan hawa nafsu, tamas, menghilangkan lemak.

17. Matsyendrāsana.
Ø Langkah-langkah:
Duduk dengan kaki menjulur, letakkan kaki kiri di atas pangkal paha kanan dan
letakkan tumitkaki kiri di pusar. Kaki kanan letakkan di lantai di pinggir
lutut kiri. Tangan kiri melalui lutut kanan di luarnya memegang jari kaki kanan
dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah lalu tekankan pada lutut kanan dan
kiri.
Ø Manfaat :
Menghilangkan reumatik, menguatkan prana shakti (gaya batin) dan menyembuhkan
bayak penyakit.

18. Chakrāsana.
Ø Langkah-langkah:
Berdiri dengan tangan diangkat ke atas, perlahan-lahan turunkan ke belakang
dengan membengkokkan tulang punggung.
Ø Manfaat :
Melatih kegesitan, tangkas, segala pekerjaan akandilaksanakan dengan cepat.

19. Savāsana.
Ø Langkah-langkah:
Tidur terlentang, tangan lurus di samping badan, luruskan kaki dan tumit
berdekatan. Tutup mata bernafas perlahan, lemaskan semua otot.
Ø Manfaat :
Memberikan istirahat pada badan, pikiran, dan sukma.

20. Janusirāsana
Ø Langkah-langkah:
Letakkan tumit kiri di antara lubang pantat dan kemaluan, dan tekanlah tempat
itu. Kaki kanan menjulur dengan lurus. Pegang jari kaki kanan dengan dua
tangan.
Ø Manfaat :
Menambah semangat dan menolong pencernaan. Asana ini menggiatkan surya chakra.

21. Garbhāsana.
Ø Langkah-langkah:
Kedua tangan di antara paha dan betis, keluarkan kedua siku lalu pegang telinga
kanan dengan tangan kanan dan sebaliknya.

22. Kukutāsana.
Ø Langkah-langkah:
Lebih dulu membuat padmasana. Masukkan tangan satu per satu dalam betis hingga
sampai kirakira di siku, telapak tangan diletakkan di lantai dengan jari
terbuka ke depan, angkat badan ke atas salib kaki kira-kira sampai di siku.
Ø Manfaat :
Menguatkan otot-otot dada dan pundak.

BAB III
PENUTUP
3.1
SIMPULAN
Dari
beberapa uraian dan penjelasan yang telah dikemukakan di atas maka dapatlah saya
mengambil kesimpulan bahwa kehadiran
ajaran Yoga di kalangan umat Hindu sudah sangat populer, bahkan juga merambah
masyarakat pada umumnya. Adapun orang suci yang membangun dan mengembangkan
ajaran ini (yoga) adalah Maharsi Patanjali. Sejak lebih dari 5.000 tahun yang
lalu, Yoga telah diketahui sebagai salah satu alternatif pengobatan ,melalui
pernafasan. Ajaran Yoga dapat dikatakan
sebagai anugrah yang luar biasa dari Maharsi Patanjali kepada siapa yang ingn
melaksanakan hidup kerohanian.
Adapun manfaat ajaran Yoga dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu:
1.
Sebagai tujuan hidup yang
tertinggi dan terakhit dalam ajaran agama hindu yaitu terwujudnya Moksartham
jagadhita ya ca iti Dharma.
2.
Untuk menjaga kesehatan,
kebugaran jasmani dan kesegaran rohani dapat dilakukan melalui mempraktikkan
berbagai macam gerakan Yoga Asanas
3.2
SARAN
Saya menyadari bahwa
makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun
dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Saya sebagai penyusun makalah
ini, sangat mengharapkan atas segala saran – saran dan kritikan bagi para
pembaca yang saya hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk
menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang
memuaskan bagi tugas yang saya laksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://annunaki.me/ diakses
09-10-2012
http://kumpulan-artikel-olahraga.blogspot.com/2012/08/manfaat-senam-yoga-untukkesehatan.html diakses
09-10-2012
http://uniknya.com/2011/04/17/5-manfaat-senam-yoga/ diakses
09-10-2012
http://r0ch4.wordpress.com/2009/01/11/senam-yoga/ diakses
09-10-2012
http://www. normalbreathing.com diakses 09-10-2012
http://www. indianetzone.comdiakses 09-10-2012
http://kajianpsikologi.blogspot.com/2012/02/pengertian-yoga.html diakses
11-10-2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar