Jumat, 07 September 2018

tugas yoga asana


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
Yoga merupakan suatu teknik spiritual yang lebih tua dari agama apapun juga di dunia, termasuk agama hindu, agama tertua dalam catatan sejarah manusia. Yoga sudah dikenal oleh masyarakat India jauh sebelum datangnya bangsa Arya. Yoga berasal dari suku kata “Yuj”, dalam bahasa sansekerta berarti “menghubungkan” atau “mempersatukan”. Dalam Yoga doa-doa disebut Mantra Yoga dan gerakan-gerakan Hatha Yoga. Yoga menyelaraskan tubuh fisik, pikiran dan jiwa. Pada tubuh fisik, yoga memberi efek kesehatan, keseimbangan, kekuatan dan vitalitas. Pada pikiran, yoga meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat intelektual, menyeimbangkan emosi sehingga membuat hidup lebih ceria dan bahagia. Pada jiwa, juga membawa kesadaran, kebebasan dan pencerahan. Yoga sebagai salah satu jalan yang bersifat universal adalah salah satu jalan rohani dengan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan kemapuan spiritual seseorang. Yoga merupakan suatu usaha sistematis untuk mengendalikan pikiran dan mencapai kesempurnaan.
1.2    RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Apa Pengertian Yoga dan Yoga Asanas
1.2.2 Apa saja Jenis – Jenis Yoga
1.2.3 Apa saja Gerakan Yoga Asanas

1.3    TUJUAN PENULISAN
1.3.1 Untuk mengetahui Pengertian Yoga dan Yoga Asanas
1.3.2 Untuk mengetahui Jenis - Jenis Yoga
1.3.3 Untuk mengetahui Gerakan - Gerakan Yoga Asanas

1.4    MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan makalah ini adalah agar kita lebih memahami macam-macam yoga dan manfaat yoga dalam kehidupan sehari-hari serta  pembaca lebih mengenal dan memahami serta mempelajari ajaran-ajaran yoga.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN YOGA
Ø    Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali dan merupakan ajaran yang sangat populer dikalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/purusa) dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan mengandung 194 sutra diantaranya : Samadhipada, Sadhanapada, Vibhutipada dan Kailvalyapada. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitik beratkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Yoga  menyelaraskan tubuh fisik, pikiran dan jiwa.
Ø    Yoga dalam arti luas adalah suatu disiplin khusus yang diciptakan untuk membantu manusia mengharmonisasi vibrasi diri nya dengan vibrasi yang Tunggal. Jadi sebenarnya pengertian Yoga tidak terbatas pada suatu metode yang berasal dari tradisi India kuno yang kebanyakan orang mengartikannya seperti itu. Yoga itu dikenal oleh berbagai suku bangsa. Hanya saja metodenya sedikit berbeda. Seperti orang-orang israel melakukan praktek yoga dengan berdoa kepada sang Tunggal sedangkan orang-orang shaman melakukannya dengan menari-nari dan bernyanyi. Tujuan mereka melakukan itu semuanya sama, yaitu mendekatkan diri mereka dengan Sang Tunggal sampai akhirnya jiwa mereka bisa melebur ke dalam jiwa sang tunggal. Hanya saja di dalam dunia ini manusia selalu saja mempermasalahkan masalah metode tersebut.
Ø    Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun. Orang yang melakukan tapa yoga disebut yogi, yogin bagi praktisi pria dan yogini bagi praktisi wanita. Sastra Hindu yang memuat ajaran Yoga, diantaranya adalah Upaishad, Bhagavad Gita, Yogasutra, Hatta Yoga serta beberapa sastra lainnya. Klasifikasi ajaran Yoga tertuang dalam Bhagavad Gita, diantaranya adalah Karma Yoga/Marga, Jnana Yoga/Marga, Bakti Yoga/Marga, Raja Yoga/Marga. Bila kita mengenal Karate atau Kungfu sebagai suatu tehnik untuk membela diri, maka Yoga merupakan suatu tehnik untuk mengenal diri. “Siapa yang mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya”. Perlu ditegaskan lagi, bahwa Yoga adalah suatu sadhana (latihan yang bersifat spiritual). Yoga bukan sekedar senam atau latihan kanuragan. Ini perlu dijelaskan karena bagi masyarakat Indonesia, yoga seringkali disalahartikan sebagai “akrobat”, dan lain sebagainya. Berlatih Yoga juga memerlukan disiplin yang keras. Untuk mengatasi masalah ini, Yoga  memberikan delapan tahapan berjenjang untuk mendisiplinkan  tubuh dan pikiran. Delapan tangga  tersebut  disebut Astangga Yoga, yaitu :   (1) Yama, (2) Niyama, (3) Asana,  (4) Pranayama,  (5) Prathyahara, (6) Dharana,  (7) Dhyana,  dan  (8) Samadhi.
Ø    Secara etimologi, kata Yoga berasal dari yud, yang artinya menggabungkan atau hubungan, yakni hubungan yang harmonis dengan objek yoga. Dalam patanjali Yogasutra, yang dikutip oleh Tim Fia (2006:6), menguraikan bahwa; “yogas citta vrtti nirodhah”, artinya, mengendalikan gerak gerik pikiran, atau cara untuk mengendalikan tingkah laku pikiran yang cenderung liar,bias, dan lekat terpesona oleh aneka ragam objek (yang dikhayalkan) memberi nikmat.Objek keinginan yang dipikirkan memberi rasa nikmat itu lebih sering kita pandang ada di luar diri. Maka kita selalu mencari. Bagi sang yogi inilah pangkal kemalangan manusia.
Ø    Selanjutnya Peter Rendel (1979: 14), menguraikan bahwa: “kata yoga dalam kenyataan berarti kesatuan yang kemudian dalam, bahasa inggris disebut “Yoke”. Kata “Yogum” dalam bahasa latinya berasal dari kata yoga yang disebut dengan “Chongual”. “Chongual berarti mengendalikan pangkal penyebeb kemalangan manusia yang dapat memengaruhi “pikiran dan badan, atau rohani dan jasmani”. Kata Yoga diturunkan dari kata yuj (sansekerta), yoke (inggris) yang berarti ‘penyatuan’ . Yoga berarti penyatuan kesadaran manusia dengan sesuatu yang luhur, trasenden, lebih kekal, dan ilahi.
Ø    Menurut Panini, Yoga diturunkan dari akar sansekerta yuj yang memiliki tiga arti yang berbeda, yakni : penyerapan, Samadhi (yujyate) menghubungkan (yunakti), dan pengendalian (yojyanti). Namun makna kunci yang biasa dipakai adalah ‘meditasi’ (dhayana) dan penyatuan (yukti) Ali Matius (2010:2).
Ø    Yoga merupakan jalan utama dari berbagai jalan untuk kesehatan pikiran dan badan
agar selalu dalam keadaan seimbang. Keseimbangan kondisi rohani dan jasmani mengakibatkan kita tidak mudah diserang penyakit. Yoga adalah suatu sistem yang mengolah
rohani dan jasmani guna mencapai ketenangan batin dan kesehatan fisik dengan melakukan laihan - latihan secara berkesinambungan. Fisik atau jasmani dan mental atau rohani yang kita miliki sangat penting dipelihara dan dibina. Yoga dapat diikuti oleh siapa saja untuk mewujudkan kesegaran rohani dan kebugaran jasmani. Dengan Yoga “Jiwan mukti” dapat diwujudkan. Untuk menyatukan badan dengan alam, dan menyatukan pikiran, yang disebut juga Jiwa dengan Roh yang disebut Tuhan Yang Maha Esa. Bersatunya Roh dengan sumbernya (Tuhan) disebut dengan “Moksha”.
Ø    Dalam pelaksanaan yoga yang perlu diperhatikan adalah gerak pikiran. Pikiran memiliki sifat gerak yang liar dan paling sulit untuk dikendalikan. Agar terfokus dalam melaksanakan yoga, ada baiknya dipastikan bahwa pikiran dalam keadaan baik dan tenang. Secara umum yoga dikatakan sebagai disiplin ilmu yang digunakan oleh manusia untuk membantu dirinya mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Kata yoga berasal dari bahasa sansekerta yaitu “yuj” yang memiliki arti menghubungkan atau menyatukan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai meditasi atau mengheningkan cipta/pikiran, sehingga dapat dimaknai bahwa yoga itu adalah menghubungkan atau penyatuan spirit individu (jivātman) dengan spirit universal (paramātman) melalui keheningan pikiran.
Ø    Ada beberapa pengertian tentang yoga yang dimuat dalam buku Yogasutra, antara
lain sebagai berikut.
1. Yoga adalah ilmu yang mengajarkan tentang pengendalian pikiran dan badan
untuk mencapai tujuan akhir yang disebut dengan samadhi.
2. Yoga adalah pengendalian gelombang – gelombang pikiran untuk dapat
berhubungan dengan Sang Hyang Widhi Wasa.
3. Yoga diartikan sebagai proses penyatuan diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa
secara terus-menerus (Yogascittavrttinirodhah).
Pengertian Yoga Asanas
Ø    Yoga Asana adalah gerakan Yoga yang berhubungan dengan posisi tubuh. Perpaduan antara gerakan kelenturan, gerakan memutar dan keseimbangan tersebut membantu kita untuk membedakannya dengan jenis praktik Yoga yang lainnya. Yoga Asana mengutamakan postur tubuh, terpusat pada pernafasan (breathing) dan konsentrasi (mind). Yoga menyelaraskan tubuh fisik, pikiran, dan jiwa. Pada tubuh fisik Yoga memberi efek kesehatan, keseimbagan, kekuatan, vitalitas. Pada pikiran, Yoga meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat intelektual, menyeimbangkan emosi sehingga membuat hidup lebih kaya dan bahagia. Pada jiwa, Yoga membawa kesadaran, kebebasan, dan pencerahan.


2.2  JENIS – JENIS YOGA
Secara garis besar Yoga ada 4 jenis, yaitu :
Ø Karma Yoga
Ø Bhakti Yoga
Ø Jnana Yoga
Ø Raja Yoga

1.    Bhakti Yoga
Bakti Yoga, yoga yang dilakukan dengan berbakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bakti Yoga (Bakta) bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua mahluk ciptaan-NYA. Mencintai ciptaan-NYA merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta. Cinta seorang Bakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Tidak membenci yang miskin - yang kaya, yang indah – yang buruk, yang pintar – yang bodoh, yang beriman - yang kafir. Semuanya dicintai, bahkan binatang, tumbuhan, dan batu-batuan pun tidak luput dari kecintaan seorang praktisi Bakti.
2.    Karma Yoga
Karma Yoga, yoga yang dilakukan melalui kehidupan tanpa pamrih. Ciri kehidupan ini adalah adanya aktivitas atau kerja. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi persoalan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma, maka harus diterima dan dihadapi. Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasip, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktip dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan.
Bila anda praktisi Karma Yoga, maka persoalan apapun yang terjadi harus anda terima, tidak melarikan diri. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun persoalan dan membuat persoalan baru. Persoalan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau – tidak mau, suka-terpaksa, semua harus dihadapi. Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.
3.    Jnana Yoga
Jnana Yoga, yoga yang dilakukan dengan jalan pengetahuan. Praktisi yoga ini adalah para intelektual, dengan cara mengkikis kebodohan manusia. Dengan terkikisnya kebodohan, maka manusia semakin pandai. Semakin pandai manusia, terhapuslah kemiskinan, ketidak-adilan, dan kesewenangan. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya. Itulah tugas para praktisi Jnana Yoga.
4.    Raja Yoga
Raja Yoga, yoga yang dilakukan dengan cara mempraktekkan secara langsung tata cara pengedalian pikiran dan kesadaran indra-indra manusia. Raja Yoga memuat berbagai disiplin fisik dan pikiran, semua dilakukan dalam rangka menuju kepenyatuan seorang hamba dengan Tuhan. Hasil dari semua itu disebut Pencerahan. Perkembangan kemudian, hanya Raja Yoga lah yang dikenal sebagai Yoga. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah. Sebagaimana praktek Sholat, tidak pernah memisahkan antara “bacaan” (doa-doa) dengan “gerakan-gerakannya”, semuanya sakral. Seorang praktisi Yoga yang sempurna, juga melakukan praktek Bakti, Karma, dan Jnana.


2.3 JENIS GERAKAN GERAKAN YOGA
1. Padmāsana,
Ø  Langkah-langkah: Kedua kaki diluruskan ke depan lalu tempatkan kaki kanan di atas paha kiri, kemudian kaki kiri di atas paha kanan. Kedua tangan boleh ditempatkan di lutut.



Ø  Manfaat : Dapat menopang tubuh dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan karena tubuh mulai dapat dikendalikan oleh pikiran.
  
2. Siddhāsana,
Ø  Langkah-langkah: Letakkan salah satu tumit di pantat, dan tumit yang lain di pangkal kemaluan. Kedua kaki diletakkan begitu rupa sehingga kedua ugel-ugel mengenai satu dengan yang lain.
Ø  Manfaat: Memberikan efek ketenangan pada seluruh jaringan saraf dan mengendalikan fungsi seksual.
3. Swastikāsana,
Ø Langkah-langkah: Kedua kaki lurus ke depan kemudian lipat kaki dan taruh dekat otot paha kanan, bengkokkan kaki kanan dan dorong telapak kaki dalam ruang antara paha dengan otot betis.
Ø  Manfaat : Menghilangkan reumatik, menghilangkan penyakit empedu dan lendir dalam keadaan sehat, membersihkan dan menguatkan urat-urat kaki dan paha.
4. Sarvangāsana,
Ø  Langkah-langkah: Berbaring dengan punggung di atas selimut, angkat kedua kaki perlahan kemudian angkat tubuh bagian atas, pinggang, paha, dan kaki lurus ke atas. Punggung ditunjang oleh kedua tangan.
Ø  Manfaat : Memelihara kelenjar thyroid

5. Halāsana,
Ø  Langkah-langkah: Posisi tubuh rebah dengan telapak tangan telungkup di samping badan. Kedua kaki rapat lalu diangkat ke atas dengan posisi lurus. Tubuh jangan bengkok. Kaki dan tubuh buat siku lebar. Turunkan kedua kaki melalui muka sampai jari kaki mengenai lantai. Paha dan kaki membentuk garis lurus.
Ø  Manfaat : Menguatkan urat dan otot tulang belakang dan susunan urat-urat di sisi kanan kiri tulang punggung.               
6. Matsyāsana
Ø  Langkah-langkah: Rebahkan diri di atas punggung, dengan kepala diletakkan pada kedua tangan yang disalipkan.

Ø  Manfaat : Membasmi bermacam penyakit seperti asma, paru-paru, bronchitis.
7.    Paschimottanāsana.
Ø Langkah-langkah: Duduk di lantai dengan kaki menjulur lurus, pegang jari kaki dengan tangan, tubuh dibengkokkan ke depan.
Ø  Manfaat : Membuat nafas berjalan di brahma nadi (sungsum) dan menyalakan api pencernaan, dan untuk mengurangi lemak di perut.
8. Mayurāsana (Burung Merak)
Ø Langkah-langkah: Berlutut di atas lantai, jongkok di atas jari kaki, angkat tumit ke atas dengan kedua tangan berdekatan, dengan telapak tangan di atas lantai, ibu jari kedua tangan harus mengenai lantai dan harus berhadapan dengan kaki.
Ø  Manfaat: Menguatkan pencernaan, membetulkan salah pencernaan dan salah perut seperti kembung, juga murung hati dan limpa yang bekerja lemah akan baik kembali.    
9. Ardha Matsyendrāsana
Ø Langkah-langkah: Letakkan tumit kiri di dekat lubang pantat dan di bawah kemaluan mengenai tempat di antara lubang pantat dan kemaluan. Belokkan lutut kanan dan letakkan ugel-ugel kanan di pangkal paha kiri, dan kaki kanan diletakkan di atas lantai berdekatan dengan sambungan kiri, letakkan ketiak kiri di atas lutut kanan kemudian dorong sedikit ke belakang sehingga mengenai bagian belakang dari ketiak. Pegang lutut kiri dengan telapak tangan kiri perlahan punggung belokkan ke sisi dan putar sedapat mungkin ke kanan, belokkan jidat ke kanan sehingga segaris dengan pundak kanan, ayunkan tangan kanan ke belakang pegang paha kiri dengan tangan kanan, tulang punggung lurus.
Ø Manfaat: Memperbaiki alat-alat pencernaan, menambah nafsu makan. Kundalini akan dibangunkan juga dan membuat candranadi mengalir tetap.    
10. Salabhāsana, 
Ø  Langkah-langkahnya: Rebahkan diri dengan telungkup, kedua tangan di sisi badan terlentang. Tangan diletakkan di bawah perut, hirup nafas seenaknya kemudian keluarkan perlahan. Keraskan seluruh badan dan angkat kaki ke atas + 40 cm, dengan lurus sehingga paha dan perut bawah dapat terangkat juga.
Ø  Manfaat : Menguatkan otot perut, paha, dan kaki, menyembuhkan penyakit perut dan usus juga penyakit limpa dan penyakit bungkuk dapat dikurangi.    
 11. Bhuyanggāsana,
Ø  Langkah-langkah: Merebahkan diri dengan telungkup, lemaskan otot, dan tenangkan hati, letakkan telapak tangan di lantai di bawah bahu dan siku, tubuh dan pusar sampai jari-jari kaki tetap di lantai. Angkat kepala dan tubuh ke atas perlahan seperti kobra ke atas, bengkokkan tulang punggung ke atas.
Ø   Manfaat : Istimewa untuk wanita, dapat memberi banyak faedah, rahim dan kantung kemih akan dikuatkan, menyembuhkan amenorhoea (datang bulan tidak cocok), dysmenorhoea (merasa sakit pada waktu datang bulan, leucorrhoea (sakit keputihan), dan macam penyakit lain di kantung kemih, indung telur dan peranakan.
    
12. Dhanurāsana
Ø Langkah-langkah : Rebahkan diri dengan dada dan muka di bawah, kedua tangan diletakkan di sisi, kedua kaki ditekuk ke belakang, naikkan tangan ke belakang dan pegang ugel-ugel, angkat dada dan kepala ke atas, lebarkan dada, tangan dan kaki kaku dan luruskan, tahan nafas dan keluarkan nafas perlahan.
Ø  Manfaat : Menghilangkan sakit bungkuk, reumatik di kaki, lutut, dan tangan. Mengurangi kegemukan, dan melancarkan peredaran darah.
Hasil gambar untuk 12. Dhanurāsana
13. Gomukhāsana
Ø  Langkah-langkah: Tumit kaki kiri diletakan di bawah pantat kiri, kaki kanan diletakkan sedemikian rupa, sehingga lutut kanan berada di atas lutut kiri dan telapak kaki kanan ada di sebelah paha kiri berdekatan.
Ø  Manfaat : Menghilangkan reumatik di kaki, ambeen, sakit kaki dan paha, menghilangkan susah BAB (Buang Air Besar).

Hasil gambar untuk 13. Gomukhāsana
14. Trikonāsana.
Ø  Langkah-langkah : Berdiri tegak, kedua kaki terpisah, + 65 – 70 cm, kemudian luruskan tangan dengan lebar, segaris dengan pundak, tangan sejajar dengan lantai.
Ø  Manfaat:  Menguatkan urat urat tulang punggung dan alat-alat di perut, menguatkan gerak usus dan menambah nafsu makan.
Hasil gambar untuk 14. Trikonāsana
15.Baddha Padmāsana.
Ø  Langkah-langkah: Duduk dengan sikap padmasana, tumit mengenai perut, tangan kanan ke belakang memegang ibu jari kanan, begitu juga tangan kiri. Tekan janggut ke dada, lihat pada ujung hidung dan bernafas pelanpelan.
Ø  Manfaat: Asana ini bukan untuk bermeditasi tetapi untuk memperkuat kesehatan dan menguatkan badan. Dapat menyembuhkan lever, uluhati, usus.
Gambar terkait

16. Padahasthāsana.
Ø  Langkah-langkah: Berdiri tegak, tangan digantung di sebelah badan, kedua tumit harus rapat tapi jari harus terpisah, angkat tangan kedua-duanya ke atas kepala. Perlahan bengkokkan badan ke bawah, jangan bengkokkan siku lalu pegang jari kaki dengan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
Ø  Manfaat : Menghilangkan hawa nafsu, tamas, menghilangkan lemak.
Hasil gambar untuk yoga forward bend
17. Matsyendrāsana.
Ø  Langkah-langkah: Duduk dengan kaki menjulur, letakkan kaki kiri di atas pangkal paha kanan dan letakkan tumitkaki kiri di pusar. Kaki kanan letakkan di lantai di pinggir lutut kiri. Tangan kiri melalui lutut kanan di luarnya memegang jari kaki kanan dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah lalu tekankan pada lutut kanan dan kiri.
Ø  Manfaat : Menghilangkan reumatik, menguatkan prana shakti (gaya batin) dan menyembuhkan bayak penyakit.
18. Chakrāsana.
Ø  Langkah-langkah: Berdiri dengan tangan diangkat ke atas, perlahan-lahan turunkan ke belakang dengan membengkokkan tulang punggung.
Ø  Manfaat : Melatih kegesitan, tangkas, segala pekerjaan akandilaksanakan dengan cepat.
Hasil gambar untuk 18. Chakrāsana

19. Savāsana.
Ø  Langkah-langkah: Tidur terlentang, tangan lurus di samping badan, luruskan kaki dan tumit berdekatan. Tutup mata bernafas perlahan, lemaskan semua otot.
Ø  Manfaat : Memberikan istirahat pada badan, pikiran, dan sukma.
Hasil gambar untuk yoga tidur terlentang

20. Janusirāsana
Ø  Langkah-langkah: Letakkan tumit kiri di antara lubang pantat dan kemaluan, dan tekanlah tempat itu. Kaki kanan menjulur dengan lurus. Pegang jari kaki kanan dengan dua tangan.
Ø  Manfaat : Menambah semangat dan menolong pencernaan. Asana ini menggiatkan surya chakra.
Hasil gambar untuk mahamudra asana

21. Garbhāsana.
Ø  Langkah-langkah: Kedua tangan di antara paha dan betis, keluarkan kedua siku lalu pegang telinga kanan dengan tangan kanan dan sebaliknya.
Gambar terkait

22. Kukutāsana.
Ø  Langkah-langkah: Lebih dulu membuat padmasana. Masukkan tangan satu per satu dalam betis hingga sampai kirakira di siku, telapak tangan diletakkan di lantai dengan jari terbuka ke depan, angkat badan ke atas salib kaki kira-kira sampai di siku.
Ø  Manfaat : Menguatkan otot-otot dada dan pundak.
Hasil gambar untuk 22. Kukutāsana





BAB III
PENUTUP
3.1   SIMPULAN
Dari beberapa uraian dan penjelasan yang telah dikemukakan di atas maka dapatlah saya mengambil kesimpulan bahwa kehadiran ajaran Yoga di kalangan umat Hindu sudah sangat populer, bahkan juga merambah masyarakat pada umumnya. Adapun orang suci yang membangun dan mengembangkan ajaran ini (yoga) adalah Maharsi Patanjali. Sejak lebih dari 5.000 tahun yang lalu, Yoga telah diketahui sebagai salah satu alternatif pengobatan ,melalui pernafasan.  Ajaran Yoga dapat dikatakan sebagai anugrah yang luar biasa dari Maharsi Patanjali kepada siapa yang ingn melaksanakan hidup kerohanian.
Adapun manfaat ajaran Yoga dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu:
1.    Sebagai tujuan hidup yang tertinggi dan terakhit dalam ajaran agama hindu yaitu terwujudnya Moksartham jagadhita ya ca iti Dharma.
2.    Untuk menjaga kesehatan, kebugaran jasmani dan kesegaran rohani dapat dilakukan melalui mempraktikkan berbagai macam gerakan Yoga Asanas

3.2    SARAN
Saya menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Saya sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharapkan atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang saya hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang saya laksanakan.
                                                                              





DAFTAR PUSTAKA
http://annunaki.me/ diakses 09-10-2012
http://www. normalbreathing.com diakses 09-10-2012
http://www. indianetzone.comdiakses 09-10-2012




Tidak ada komentar:

Posting Komentar